- Kasih -


我是a f_.man thinking: W 昨天是今天result,和 W今天是明天rst,enjoy n make t'有意思day, cause f_.,sometimes forget it.Butidn'twantf_. :happy 加油!Pkh. 3: 11


Senin, 03 November 2014

Jagad Raya


Jagad raya adalah alam semesta yang sangat luas (tidak terukur), mencakup seluruh benda-benda ruang angkasa yang tidak terhitung banyaknya. Jagad raya tidak hanya terdiri dari planet, bintang, debu, gas, komet, meteorid, satelit, tetapi juga objek-objek lain yang sampai sekarang belum dapat teridentifikasi. Hebat sekali bukan Sang Pencipta? Manusia tentu saja tidak dapat menyelami semuanya. Ketika menjalani hidup, tentu saja manusia tidak dapat memahami keseluruhan objek (materi) yang ada di jagad raya ini. Untuk memahami sebuah objek saja mungkin juga mengalami kesulitan. Bagaimana tidak? Coba saja seseorang mempelajari dan memahami satu orang saja yang berada di dekatnya. Mungkin selama hidupnya pemahaman tersebut belum mencapai ketuntasa. Ya, mulai dari mempelajari sel, jaringan, organ, sistem organ, energi, bahkan lagi sampai pada molekul, unsur, senyawa, serta atom-atom yang berada pada diri seseorang tersebut. Jumlah sel, nama sel, letak sel, fungsi, struktur sel, kegunaan setiap bagian struktur sel, ikatan kimia yang menyusun, ......... dan masih banyak lagi.

Jagad raya tersusun dari ber...... galaksi. Saya tidak bisa menyebutkannya secara pasti. Yang jelas galaksi-galaksi tersebut sangatlah banyak. Galaksi sendiri merupakan suatu kumpulan bintang-bintang, planet, gas, debu, nebula, dan benda-benda langit lain yang membentuk pulau-pulau dalam ruang hampa jagad raya. Adapun ciri-ciri dari galaksi adalah sebagai berikut :
  • Memiliki cahaya sendiri, bukan cahaya flourensi (cahaya pantulan).
  • Mempunyai bentuk-bentuk tertentu yang selalu mempunyai inti yang bercahaya pada pusatnya sehingga mudah untuk dikenali.
  • Jarak antar galaksi adalah jutaan tahun cahaya.
  • Galaksi-galaksi lain dapat terlihat berada di luar Galaksi Bima Sakti.
Salah satu galaksi yang ada di jagad raya adalah Galaksi Bimasakti atau yang sering disebut dengan  Milky Way (kabut susu). Galaksi ini ditemukan oleh Galileo dengan melihat pita cahaya difuse melalui teleskopnya. Galaksi Bima Sakti tersebut berbentuk piringan pipih, tersusun dari miliaran bintang (±100 miliar bintang).
1 sekon cahaya = 3 x 108m=300.000 km
Galaksi Bima Sakti terlihat seperti memiliki enam buah lengan dengan dua buah lengannya berada pada pusat. Adapun kabut spiral yang berada paling dekat dengan Galaksi Bima Sakti adalah Galaksi Andromeda. Galaksi tersebut terletak pada jarak 2,2 juta tahun cahaya dari Bumi. Galaksi Andromeda memiliki ±100 miliar bintang dengan diameter ± 200.000 tahun cahaya dan massanya ±300miliar Matahari. Adapun penggolongan galaksi berdasarkan bentuknya adalah sebagai berikut :
  • Galaksi Tidak Beraturan (Merupakan galaksi dengan bentuk yang tidak simetris dan tidak memiliki bentuk dan ciri khusus. Contohnya adalah Galaksi Awan Magellan Besar dan Magellan Kecil.
Gambar Galaksi Magellan Besar
Sumber : apod.nasa.gov
  • Galaksi Elips (Merupakan galaksi dengan bentuk elips seperti bola pepat pada ujungnya. Contohnya adalah Galaksi Ursa Mayor dan Galaksi Rasi Bintang Virgo.
Gambar The Cigar Galaxy (a starburst galaxy in Ursa Major)
Sumber : anesastronomynews.com

  • Galaksi Spiral (Merupakan galaksi dengan bentuk spiral (bisa spiral normal, bisa spiral berpalang). Contohnya Galaksi Bima Sakti.
Gambaran Galaksi Bima Sakti 
Sumber : Vid.docpenerbit

Sudah dijelaskan bahwa selain debu dan gas, galaksi terdiri dari bintang-bintang. Bintang merupakan benda langit yang dapat memancarkan cahaya dan panas sendiri (akibat dari suhu yang sangat tinggi. Salah satu contoh bintang adalah Matahari. Suhu permukaan Matahari kira-kira 6.0000C dan titik tengahnya 20.000.0000C. Ketika kita melihat langit pada saat malam hari, terkadang kita melihat beberapa bintang yang terlihat lebih terang daripada yang lain dan membentuk suatu pola. Pola-pola tersebut merupakan rasi bintang. Ahli astronomi mengelompokkan rasi bintang menjadi 88 kelompok. Setiap rasi bintang diberi nama seperti Orion, Taurus, Scorpius, Leo, dan Virgo.


Gambar Rasi Bintang
Sumber : www.lpi.usra.edu

                Ada beberapa teori mengenai terbentuknya jagad raya. Teori –teori tersebut adalah sebagai berikut :
·      Teori Ledakan Besar (Big Bang)
Menurut teori ini, alam semesta bermula/ tercipta dari ledakan besar yang maha dahsyat (berawal dari keadaan panas dan padat) pada satu titik tunggal, berkerapatan tak terhingga, dan bervolume nol. Seiring berjalannya waktu, ruang angkasa mengembang dan ruang yang memisahkan antara benda-benda langit juga ikut mengembang. Teori ini dikemukakan oleh Edwin P. Hubble. Menurut E.P. Hubble, sampai sekarang alam semesta masih mengembang dan membawa galaksi-galaksi saling menjauh.

Gambaran Big Bang
Sumber : Vid.docpenerbit
·      Teori Keadaan Tetap (Steady State)
Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle dari Universitas Cambridge pada tahun 1948. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta ini tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya. Alam semesta selalu terlihat tetap seperti sekarang. Materi secara terus-menerus datang berbentuk atom-atom hidrogen dalam angkasa yang membentuk galaksi baru dan mengganti galaksi lama yang bergerak menjauhi kita dalam ekspansinya. Dalam model Keadaan Tunak (mantap), tidak ada bola api kosmik. Oleh karena itu radiasi latar bukan temperatur 3 K. Jika identifikasi radiasi tersebut benar, maka hipotesis ini salah. 
·      Teori Osilasi (Jagad Raya Mengembang)
Teori ini mengatakan bahwa alam semesta tidak ada awal dan tidak ada akhirnya. Alam semesta tidak konstan, melainkan terus berekspansi dimulai dari dentuman besar (Big Bang), kemudian beberapa waktu yang akan datang gravitasi mengatasi efek ekspansi ini sehingga alam semesta mulai mengempis. Pada akhirnya alam semesta akan mencapai titik koalisensi (gabungan) di mana temperatur dan tekanan tinggi akan memecah semua materi ke dalam partikel elementer (dasar) sehingga terjadi dentuman besar baru dan terjadi ekspansi lagi.
Sumber Gambar : archive.oapd.inaf.it

Sumber Gambar fritzpietermichael


Galaksi Bima Sakti : https://www.youtube.com/watch?v=aNV1Q--R7-A

Misteri Galaksi Bima Sakti : https://www.youtube.com/watch?v=3odTeMg2wso

Anggapan-anggapan mengenai Jagad Raya


1.    Anggapan Antroposentris
Gambaran Antroposentris
Sumber : wikimedia.org
Antroposentris berasal dari kata “Antropos” yang berarti manusia, dan “centra” yang berati pusat/ tengah. Jadi anggapan Antroposentris menyatakan bahwa manusia adalah pusat dari alam semesta (bahkan pusat dari segala-galanya). Anggapan ini muncul sejak manusia primitif menganggap bahwa Matahari, Bumi, Bintang, dan Bulan serupa dengan Tumbuhan, Hewan, dan Manusia. Mereka beranggapan bahwa bumi dikelilingi oleh jurang yang tergenang air, di mana di seberang air terdapat gunung-gunung sebagai penyangga langit, tempat Matahari, Bintang, Bulan menempel. Mereka beranggapan bahwa alam semesta merupakan lantai dari bumi.

2.    Anggapan Geosentris
Gambaran Teori Geosentris 
Sumber : ngrhfbrnt.wp.com
Lebih dari 2.000 tahun yang lalu bintang, planet, dan matahari, serta bulan bergerak mengelilingi bumi. Hal tersebut diterima dan menjadi dasar teori Geosentris tata surya. Gerakan semi planet, bulan, dan matahari tersebut relatif terhadap bintang dan terhadap satu sama lain (dijelaskan dalam Konsep Geosentris Hipparchus, ahli astronomi Yunani, pada tahun 140 S.M.).

Teori tersebut kemudian dikembangkan oleh Claudius Ptolemeus (Ptolemy) pada tahun 150 T.M. (Konsep Ptolemaic). Dalam teori tersebut, bumi berada pada pusat alam semesta, bulan mengelilingi bumi dengan orbit yang paling dekat, sementara bintang-bintang terletak pada bulatan besar dan terluar. Di antara bulan dan bintang-bintang terletak orbit matahari. Lalu planet-planet sendiri bergerak pada masing-masing orbitnya di sekitar bumi. Orbit Merkurius dan Venus berada di antara orbit bulan dan matahari, sedangkan orbit planet lain seperti Mars, Jupiter, dan Saturnus terletak di antara Matahari dan bintang-bintang.

Geosentris sendiri berasal dari kata “geos” yang berarti tanah/ bumi, dan “centra” yang berarti tengah/ pusat. Pandangan Geosentris menganggap bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Adapun pandangan-pandangan lain dari Claudius Ptolomeus mengenai jagad raya adalah sebagai berikut :
  • Ruang angkasa berputar mengelilingi Bumi yang diam.
  • Pusat peredaran benda-benda antariksa adalah Bumi dengan susunan sebagai berikut : Bumi, Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Yupiter, Saturnus, dan bintang-bintang.
  • Matahari dan planet-planet mengelilingi Bumi.
  • Bumi berbentuk bulat.
Gambaran Teori Geosentris
Sumber : en.wikipedia.com


3.    Anggapan Helosentris
Sumber Gambar : www.britanica.com

Pada tahun 310-230 S.M., seorang ahli astronomi Yunani, Aristarchus mengatakan bahwa Matahari mungkin berada pada pusat alam semesta, dan bumi mengitarinya, meskipun kemudian ia sendiri menolak gagasannya (Konsep Heliosentris ini belum mendapatkan tempat dalam bidang astronomi).
Pada tahun 1543 terjadi revolusi ilmiah besar-besaran setelah Nicolaus Copernicus menumbangkan model Geosentris lalu memperkenalkan model Heliosentris. Pada model Heliosentris, planet-planet (yang berada di antara Matahari dan bintang) berevolusi terhadap Matahari dengan orbit berbentuk lingkaran. Heliosentris berasal dari kata “helios” yang berarti Matahari, dan “centra” yang berarti tengah/ pusat. Pandangan ini mengemukakan bahwa pusat jagad raya adalah Matahari. Secara lebih rinci, pandangan Nicolaus Copernicus adalah sebagai berikut :
  • Matahari merupakan  pusat tata surya.
  • Memiliki sesunan kosmos Matahari dikelilingi oleh Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Planetoida, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto.
  • Gerakan kosmos berupa rotasi, revolusi, konjugasi, kuadrasi, oposisi, dan elongasi. (Didukung oleh Isaac Newton, Galileo Galilei, Johannes Keppler, dan Bruno).
Model Copernicus ini masih belum sempurna karena bintang-bintang tidak berputar di sekitar Matahari dan planet-planet tidak mengikuti orbit sirkular. Model Copernicus mengenai orbit planet tersebut kemudian disempurnakan oleh Johannes Kepler. Kepler menentukan orbit planet berdasarkan analisis data Teleskol Astronomi Brahe.         

Minggu, 02 November 2014

Asal-usul Tata Surya


Gambar Tata Surya
Sumber : en.wikipedia.org

Tata surya merupakan suatu sistem yang terbentuk dari Matahari dan planet-planet yang mengelilinginya. Saat ini sistem tata surya kita terdiri atas sebuah bintang (Matahari) dan delapan buah planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus) setelah Pluto dikeluarkan dari planet tata surya pada tahun 2006 dan dimasukkan ke dalam golongan Planet Katai/ Kerdil. Hal tesebut disebabkan karena Pluto tidak memenuhi ciri suatu objek dapat dikatakan sebagai planet. Adapun ciri-ciri planet adalah sebagai berikut :
·      Memiliki lintasan yang berbentuk elips.
·      Tidak memancarkan cahaya sendiri, tetapi memantulkan cahaya Matahari.
·      Planet tidak berkedip, tetapi dapat berkilau terang.
·      Kebanyakan planet memiliki satelit pengiring/ bulan.
·      Planet berevolusi dengan arah yang sama

Adapun teori-teori/ beberapa hipotesis mengenai terbentuknya tata surya :
  • Hipotesis Bintang Kembar (Twin Star)
Dikemukakan oleh Fred Hoyle pada tahun 1956. Hipotesis Fred tersebut menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat dua bintang yang berukuran hampir sama dengan jarak yang berdekatan. Salah satu di antaranya meledak, kemudian menghasilkan serpihan-serpihan kecil. Lalu R.A. Lyttleton mengemukakan bahwa Tata Surya berasal dari suatu bintang kembar yang mengelilingi suatu pusat gravitasi. Salah satu bintang tersebut merupakan Matahari. Bintang yang lain mendekati Matahari, mungkin menghancurkan dan mengubahnya menjadi massa gas yang besar dan berputar-putar. Bintang yang membentur tersebut kemudian menjadi planet-planet.    
Gambaran Teori Bintang Kembar
Sumber : Vid.docpenerbit
Gambaran Teori Awan Debu
Sumber : Vid.docpenerbit
  • Hipotesis Nebula/ Nebulae (Kabut)
Hipotesis ini dikemukakan oleh Immanuel Kant pada tahun 1775 dan diperkuat oleh Pierre Simon de Laplace, sehingga sering dikenal dengan teori Kant-Laplace. Kant menjelaskan bahwa pada mulanya tata surya berupa kabut raksasa yang terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut Nebula (sebagian besar gas berupa hidrogen). Oleh karena gaya gravitasi yang dimilikinya, kabut tersebut menyusut dan berputar dengan arah tertentu. Akibatnya temperatur kabut menjadi naik (semakin panas) dan pada akhirnya menjadi Matahari. Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat. Oleh karena hal tersebut, cincin-cincin gas dan es terlontar di sekelilingnya. Karena terdapat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring penurunan temperatur, sehingga membentuk planet-planet dalam tata surya. Atau dengan kata lain terdapat kabut yang menggumpal. Kabut tersebut berinteraksi membentuk tenaga dan terus berputar. Bagian tengah memadat dan membentuk bola gas yang besar. Bola gas yang berputar tersebut memepat pada bagian kutubnya dan melebar pada bagian equatornya. Sebagian gas terlempar menjauh dan membentuk gelang-gelang, kemudian memadat menjadi planet.  
 Gambaran Teori Nebula
Sumber : english.cohga.net
  • Hipotesis Pasang Surut Bintang
Dikemukakan oleh Sir James Jeans dan Herold Jaffries pada tahun 1917 (dikenal dengan teori Pasang Surut Jeans Jeffreys). Hipotesis ini menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat banyak Matahari, kemudian terdapat bintang lain yang hampir menabrak matahari-matahari tersebut. Oleh karena hal tersebut timbulah gesekan-gesekan dahsyat sehingga menghasilkan pecahan-pecahan bintang yang disebut planet-planet dan beberapa benda angkasa lainnya. Hipotesis ini hampir sama dengan Hipotesis Planetesimal, hanya saja pada Hipotesis Planetesimal jumlah Matahari pada awalnya adalah satu. Ada juga yang mengatakan bahwa pada mulanya Matahari sudah ada sebagai bintang. Suatu ketika ada bintang lain yang mendekati Matahari. Karena hal tersebut, maka terjadilah interaksi tarik-menarik. Akibat interaksi tersebut, sebagian massa Matahari terlepas dengan membentuk cerutu ke arah bintang yang melintas. Ketika bintang semakin menjauh, massa cerutu tersebut terputus dan membentuk gumpalan gas di sekitar Matahari yang kemudian menjadi planet.  

  • Hipotesis Kondensasi/ Awan Debu/ Proto Planet
Dikemukakan oleh Carl Von Weizsaecer dan G.P. Kuiper pada tahun 1950. Hipotesis ini menjelaskan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Pada awalnya tata surya terbentuk dari bola-bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakram raksasa. Gumpalan tersebut mengalami pemampatan. Pada proses tersebut, partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan. Gumpalan bola mulai berpilin dan memipih menyerupai cakram. Partikel di bagian tengah cakram saling menekan sehingga menimbulkan panas dan berpijar. Bagian tersebut kemudian menjadi Matahari.  
 Gambaran Teori Proto Planet
Sumber :www.reuzenplaneten.nl
  • Hipotesis Planetesimal
Hipotesis ini dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlain dan Forest R. Moulton pada tahun 1900. Planetesimal berarti planet kecil. Hipotesis ini menjelaskan bahwa tata surya terbentuk akibat adanya bintang lain yang hampir menabrak Matahari. Akibatnya terjadi pasang naik pada permukaan Matahari maupun Bintang. Karana hal tersebut, maka timbullah gesekan-gesekan yang menghasilkan pecahan-pecahan planet dan benda angkasa lainnya. Sebagian massa Matahari tertarik ke arah bintang. Pada saat bintang yang melintas tersebut telah manjauh, sebagian massa Matahari jatuh kembali ke permukaan Matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa (di sekitar Matahari), kemudian menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya.
Gambaran Teori Planetesimal
Sumber : Vid.docpenerbit

Watch this video :

https://www.youtube.com/watch?v=NwFmU35GrZ4

Beginning of Life in Earth (Awal mula kehidupan di Bumi) :
https://www.youtube.com/watch?v=VTRIKgKLI_Y

Tata Surya Kita :
 https://www.youtube.com/watch?v=v1UH96VTf2A