- Kasih -


我是a f_.man thinking: W 昨天是今天result,和 W今天是明天rst,enjoy n make t'有意思day, cause f_.,sometimes forget it.Butidn'twantf_. :happy 加油!Pkh. 3: 11


Sabtu, 20 Juni 2015

Daya Dukung Alam

Sumber gambar : rigomelar27.files


                Daya dukung alam merupakan kemampuan alam untuk mendukung kehidupan. Daya dukung alam dapat berkurang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemajuan industri apabila tidak dibersamai dengan upaya pelestarian/ penjagaan/ pemeliharaan alam. Menurut Whisnu Arya W., apabila terjadi kerusakan daya dukung lingkungan melalui proses yang sangat lama, ratusan bahkan ribuan juta tahun, maka tidak akan mungkin untuk ditunggu pemulihannya secara alami. 

                Secara umum, daya dukung lingkungan dapat mengalami penurunan karena :

  • Kerusakan Faktor Internal
Kerusakan ini berasal atau bersumber dari alam itu sendiri. Kerusakan ini sulit untuk dicegah karena merupakan proses alami yang terjadi pada bumi/ alam yang sedang mencari keseimbangan. Contoh kerusakan alam karena faktor internal adalah letusan gunung api yang merusak lingkungan sekitar, gempa ataupun pergeseran lempeng tektonik yang mengakibatkan dislokasi lapisan tanah, kebakaran hutan karena kemarau panjang, dan banjir besar, serta gelombang tsunami. Kerusakan karena faktor internal ini pada umumnya berlangsung sangat singkat, tetapi mengakibatkan dampak yang lama (Sering diterima sebagai musibah bencana alam)
  • Kerusakan Faktor Eksternal

Kerusakan faktor eksternal ini diakibatkan karena ulah manusia dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan, kepuasan, kenyamanan, kekayaan dan lain sebagainya, yang mana melibatkan interaksinya dengan lingkungan baik secara langsung dan tidak langsung, dengan perasaan masa bodoh dengan lingkungan.


Quote : “Only when the last tree has been cut down; only when the last river has been poisoned; only when the last fish has been caught; only then will you find that money cannot be eaten."

Contoh kerusakan daya dukung alam karena faktor eksternal adalah pencemaran air karena limbah pertanian dan atau limbah industri, pencemaran tanah karena sampah dan limbah-limbah buangan lain baik yang terdegradasi maupun tidak terdegradasi, pencemaran udara karena asap rokok dan atau asap kendaraan dan atau asap pabrik, penggundulan dan eksploitasi hutan, penambangan untuk mengambil kekayaan alam di dalam bumi, penutupan tanah dengan semen, pembangunan yang tidak terkendalai dan tidak sesuai dengan etika dan pembangunan berwawasan lingkungan dan lain sebagainya.

Sumber Gambar : 4bp.blogspot

Daya Dukung Alam



                Daya dukung alam merupakan kemampuan alam untuk mendukung kehidupan. Daya dukung alam dapat berkurang dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kemajuan industri apabila tidak dibersamai dengan upaya pelestarian/ penjagaan/ pemeliharaan alam. Menurut Whisnu Arya W., apabila terjadi kerusakan daya dukung lingkungan melalui proses yang sangat lama, ratusan bahkan ribuan juta tahun, maka tidak akan mungkin untuk ditunggu pemulihannya secara alami. 

                Secara umum, daya dukung lingkungan dapat mengalami penurunan karena :

  • Kerusakan Faktor Internal
Kerusakan ini berasal atau bersumber dari alam itu sendiri. Kerusakan ini sulit untuk dicegah karena merupakan proses alami yang terjadi pada bumi/ alam yang sedang mencari keseimbangan. Contoh kerusakan alam karena faktor internal adalah letusan gunung api yang merusak lingkungan sekitar, gempa ataupun pergeseran lempeng tektonik yang mengakibatkan dislokasi lapisan tanah, kebakaran hutan karena kemarau panjang, dan banjir besar, serta gelombang tsunami. Kerusakan karena faktor internal ini pada umumnya berlangsung sangat singkat, tetapi mengakibatkan dampak yang lama (Sering diterima sebagai musibah bencana alam)
  • Kerusakan Faktor Eksternal

Kerusakan faktor eksternal ini diakibatkan karena ulah manusia dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan, kepuasan, kenyamanan, kekayaan dan lain sebagainya, yang mana melibatkan interaksinya dengan lingkungan baik secara langsung dan tidak langsung, dengan perasaan masa bodoh dengan lingkungan.


Quote : “Only when the last tree has been cut down; only when the last river has been poisoned; only when the last fish has been caught; only then will you find that money cannot be eaten."

Contoh kerusakan daya dukung alam karena faktor eksternal adalah pencemaran air karena limbah pertanian dan atau limbah industri, pencemaran tanah karena sampah dan limbah-limbah buangan lain baik yang terdegradasi maupun tidak terdegradasi, pencemaran udara karena asap rokok dan atau asap kendaraan dan atau asap pabrik, penggundulan dan eksploitasi hutan, penambangan untuk mengambil kekayaan alam di dalam bumi, penutupan tanah dengan semen, pembangunan yang tidak terkendalai dan tidak sesuai dengan etika dan pembangunan berwawasan lingkungan dan lain sebagainya.

Jumat, 17 April 2015

SINTESIS PROTEIN



Gambaran besar langkah-langkah sintesa protein adalah sebagai berikut :

  1. Transkripsi
  2. Splicing molekul mRNA
  3. Transportasi mRNA keluar inti menuju ribosom
  4. Translasi mRNA menjadi polipeptida dalam ribosom
  5. Modifikasi polipeptida protein dalam kompleks Golgi


Transkripsi
 Sumber Gambar : biologi-sel.com
Transkripsi merupakan penyalinan DNA menjadi mRNA. mRNA atau messenger RNA berarti molekul RNA sebagai pembawa pesan atau informasi yang dimiliki molekul DNA.  
Gena merupakan penggal untaian DNA yang digunakan sebagai pola untuk sintesis protein. Transkripsi DNA dilakukan untuk setiap gena yang diperlukan untuk pola urutan asam amino dalam protein yang akan disintesis. Gena pada sel eukariot hewan tingkat tinggi bisa mempunyai panjang 100.000 pasangan nukleotid/ pasangan basa. O, mungkin basa nitrogen. Untuk membuat protein berukuran sedang (300-400 asam amino) dibutuhkan gena dengan sekitar 1000 nukleotid.
Mekanisme transkripsi dengan cara menyusun rangkaian nukleotida sesuai dengan jenis basa yg dimiliki DNA yang disalin. Gugus basa T disalin menjadi A, G menjadi C, C menjadi G, tapi A disalin menjadi U (uracil). Maka urutan basa pada mRNA akan sedikit berbeda dengan molekul DNA yang disalin. Replikasi termasuk ke dalam proses transkripsi.
Contoh DNA dengan urutan basa nukleotid TAC-CAA-TTG-GAC-ATT maka akan ditranskripsi menjadi mRNA dengan urutan AUG-GTT-AAC-CUG-UAA. Hasil transkripsi tersebut akan ditransportasikan ke sitoplasma melalui lubang-lubang selubung inti. Selanjutnya mRNA akan diterjemahkan (translasi) menjadi polipeptid atau protein dengan dasar bahwa setiap "kata" nukleotid (kodon) diterjemahkan untuk satu jenis asam amino. Maka setiap satuan 3 nukleotid yang disebut kodon tadi nantinya diterjemahkan dalam satu molekul asam amino.
Dengan singkat, proses sintesis protein melalui tahap transkripsi DNA menjadi mRNA yang disusul translasi mRNA menjadi polipeptida yang berlangsung di ribosom.
mRNA merupakan untaian molekul nukleotid yang bentuknya komplementer dengan molekul DNA yang dipakai sebagai pola dalam transkripsi. RNA berbentuk satu untai, gugus gula ribose, basa A C G U. #kodon = rangkaian 3 nukleotid.

Splicing
 Sumber Gambar : classconection.com
Kodon yang telah ditranskripsi menjadi mRNA mengalami pengurangan jumlah nukleotida atau biasa disebut dengan splicing. Oleh karena itu, jumlah asam amino penyusun polipeptida yang disintesis di ribosom tidak sama dengan jumlah kodon yang ditranskripsi. Penggal molekul DNA (gena) maupun mRNA terdiri atas penggal-penggal yang berbeda fungsi dalam sintesis protein. Dalam satu gena, terdapat penggal rangkaian nukleotida yang menentukan pola susunan asam amino, sedang penggal lain tidak. Jenis penggal tersebut adalah ekson dan intron. #1gena memiliki 4/lebih ekson yang dipisahkan intron (ekson tidak bersambungan, tetapi diselingi intron). Sebelum dibawa keluar inti, penggal tersebut dipotong (ekson disambung, intron dibuang). mRNA baru tersebut disebut mRNA fungsional. mRNA fungsional tersebut dibawa keluar inti menuju ribosom untuk translasi.

#tahap splicing termasuk pengaturan ekspresi gena karena intron tidak diekspresikan sebagai protein.

Transportasi
  Sumber Gambar :wordbiology.files
mRNA fungsional yang dibentuk dalam iti dibawa keluar inti melewati porus nuclearis. Setelah mRNA fungsional keluar melalui porus nuclearis, dalam sitoplasma mRNA diikat oleh protein khusus untuk mengganti protein pengikat ketika di dalam inti.

Translasi menjadi Polipeptid
Kodon (3nukleotid) yang polanya mungkin terbentuk dari 4 jenis nukleotid dengan kemungkinan 4 (U,C,A,G) pangkat 3 atau 64 buah. Kodon awal polipeptid adalah AUG. Kodon penutup yang mengakhiri translasi adalah UAA, UGA, UAG (kodon terminasi).
Translasi dilaksanakan dalam ribosom. Untuk translasi melibatkan 2 jenis RNA (RNAt dan rRNA). Dengan demikian sintesis protein melibatkan 3 jenis RNA (5%mRNA, 20%tRNA, dan 75%rRNA).
Rantai mRNA mengandung banyak kodon dengan urutan AUG. Namun, pada sel eukariotik, hanya salah satu dari sejumlah AUG tersebut yang dikenali tRNA sebagai kodon pendahulu translasi. mRNA eukariotik setelah mengalami transkripsi segera mengalami modifikasi :

  1. Penambahan struktur "tudung" yang terdiri dari gugus 7-methyl guanosin pada ujung 5' melalui gugus trifosfat.
  2. Mengalami penambahan 200 gugus poli adenil (poli A) pada ujung 3'.


# Sintesis protein dimulai dari ujung 5' dan berakhir pada ujung 3'.


Transfer RNA
Molekul tRNA bertindak sebagai adaptor yang akan menterjemahkan urutan nukleotid mRNA menjadi urutan asam amino dari polipeptida yang disintesis. Disebut adaptor karena setiap tRNA akan mencocokkan asam amino yang telah diikatnya dengan kodon dari mRNA pada saat berada dalam ribosom untuk dibaca. Struktur tRNA dengan 4 ujung, berbentuk daun semanggi :
Sumber Gambar : http://www.wiley.com
  1. Ujung aseptor untuk merangkai asam amino menjadi polipeptid.
  2. Ujung antikodon yang berhadapan dengan aseptor untuk membaca kodon pada mRNA.
  3. Ujung pengenal enzim (aminoacyl-tRNA synthetase) bekerja untuk setiap asam amino yang akan dirangkai.
  4. Ujung pengenal ribosom yang sama untuk semua jenis tRNA.


Ribosom
 Sumber Gambar : amazine.co
Sintesis protein dikatalis ribosom yang terdiri dari 60%rRNA dan 40%protein basa (Dowben). Sebuah ribosom mempunyai 3 tempat/ tapak pengikat untuk molekul RNA :

  1. Untuk mRNA
  2. Untuk tRNA (peptidyl-tRNA-binding site) atau tapak P/ P site yang menambat tRNA yang dihubungkan dengan ujung polipeptida yang sedang tumbuh memanjang.
  3. Untuk tRNA (aminoacyl-tRNA-binding site) atau tapak A/ A site yang menambat tRNA dengan asam amino yang baru masuk. 



Jumat, 20 Februari 2015

FATAMORGANA



Sumber gambar : Liputan6.com

“Ketika kita berbicara mengenai fatamorgana, apa yang pertama kali muncul di pikiran Anda?”
“Halusinasi? Gurun pasir/ Padang pasir?”

Sumber gambar : 3.bp.com


“Lalu, apakah fatamorgana itu?”
Fatamorgana merupakan fenomena pemantulan cahaya. Fatamorgana merupakan salah satu peristiwa pemantulan sempurna (pemantulan sempurna terjadi jika sudut bias lebih besar daripada sudut batas dan sinar datang dari zat yang lebih rapat menuju zat yang kurang rapat).
Pernahkah Anda melihat fatamorgana secara langsung? Belum? Anda yakin belum pernah melihatnya? Untuk melihat fatamorgana, kita tidak perlu pergi ke padang pasir/ gurun pasir. Cukup melihat jalan beraspal ketika cuaca sangat terik. Kala Anda melihat jalan aspal tersebut seperti berair, maka Anda telah melihat fatamorgana. (y) :)
“Mengapa dapat terjadi fenomena fatamorgana di jalan beraspal pada saat terik?”

 Sumber gambar : 3.bp.com


Seperti yang kita tahu bahwa matahari memancarkan sinar, di mana sinar-sinar tersebut membawa energi (katakanlah sebagai gelombang elektromagnetik pada golongan cahaya tampak). Seperti yang kita ketahui, bahwa energi dapat ditransformasikan (diubah) ke dalam bentuk energi lain. Oleh karena hal tersebut, seperti pada fenomena fatamorgana, energi yang dipancarkan Matahari juga akan diubah menjadi energi panas/ kalor pada jalan beraspal.   
Karena mandapatkan energi panas, maka lapisan udara di atas jalan beraspal tersebut juga ikut menjadi panas. Seperti yang kita ketahui bahwa udara yang dipanaskan akan memuai, katakanlah merenggang. Oleh karena itu jarak antara molekul-molekulnya menjadi semakin renggang. Akan tetapi, pada lapisan udara di atasnya, molekul-molekul udara semakin rapat karena panas semakin berkurang.
Oleh karena hal tersebut, berarti sinar matahari akan melewati lapisan udara rapat ke lapisan udara renggang, sehingga sinar dibiaskan menjauhi garis normal. Oleh karena sudut datang  bertambah besar, maka sudut biasnya melebihi 90 derajat (tidak lagi dibiaskan, tetapi dipantulkan sempurna).
Peristiwa tersebut hanya dapat kita lihat pada jarak yang relatif jauh karena pada jarak yang cukup jauh, sinar pemantulan sempurna dapat tepat mengenai mata.    

Daftar Pustaka